Wajah Terakhir

Kami pucat dan telanjang
bersama sempit dan jalan yang tenang.
Menuju dalam ruang gelap tak bertepi
Dan saling tidak menyapa

Biarkan kami berbicara semua bahasa bumi
menciptakan cerita sebelum tidur
dengan terus-menerus mengulangi betapa kata di buat
bagaimana putih di kertas hitam kalimat

Tidak ada yang tahu bagaimana takut
Kami harus menunggu pada akhir penantian panjang
inikah segala cinta akan berakhir
dan saling pandang wajah terakhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s